Tulang Sehat Cegah Kegemukan




Dr Oz
berbicara tentang bagaimana tulang
dapat membuat gemuk dengan
menunjukkan bagian dalam tulang paha
manusia. Ia juga menjelaskan bahwa ada
bagian tulang yang tidak berongga
dalam tubuh. Bagian tak berongga itu
dipenuhi dengan sumsum tulang merah
di mana sel-sel darah merah diproduksi.
Bersamaan dengan sumsum tulang, ada
endapan lemak di bagian dalam tulang.
"Lemak di tulang mengeluarkan bahan
kimia penting yang disebut 'leptin'. Ada
hubungan antara lemak dalam tulang
dan rasa lapar yang dimiliki ketika
tubuh tidak benar-benar lapar. Leptin
dibuat oleh sel-sel lemak dan
dikeluarkan untuk memberitahu otak
bahwa tubuh tidak perlu makan
makanan lagi sebab lemak di dalam
tubuh sudah cukup banyak," kata Dr.
Oz.
Leptin bekerja seperti sistem sinyal lalu
lintas. Ketika berada dalam berat badan
yang sehat, sistem leptin memberi
sinyal lampu hijau kepada tubuh bahwa
waktunya untuk makan. Jika orang
dengan berat badan yang sehat baru
saja makan, sistem leptin kemudian
memberi sinyal lampu merah untuk
memberitahu otak bahwa tubuh telah
makan dan tidak membutuhkan
makanan lagi.
Ketika mulai mengalami kelebihan berat
badan, tubuh mulai menyimpan lemak
tidak hanya di perut, tetapi dalam
tulang juga. Timbunan lemak di tulang
inilah yang mengacaukan sistem.
Kelebihan lemak di tulang mengirimkan
pesan membingungkan ke otak yang
memblokir sinyal leptin sehingga sulit
memutuskan apakah benar-benar lapar
atau tidak, seperti lampu kuning yang
menyala terus menrus.
"Hal ini menyebabkan orang-orang
bertambah berat badannya sebab tidak
dapat mendengar sinyal tubuh," kata
Dr. Oz
Untuk membantu orang menurunkan
berat badan dengan lemak tulangnya,
Dr. Oz menawarkan apa yang dia sebut
"cemilan untuk tulang kurus yang
sehat". Ramuan ini terdiri dari
campuran buah ara kering, biji labu dan
kacang mete.
"Sekelompok makanan kecil ini
memberikan kalsium, magnesium,
sedikit vitamin K 2 seperti yang
ditemukan dalam produk fermentasi.
Bahan-bahan ini juga akan membantu
tulang karena kebutuhan vitamin K 2
dalam berinteraksi dengan zat-zat
tersebut, "saran Dr. Oz.

sumber:Emaxhealth

0 komentar