7 Tips Panjang Umur

Seorang ahli jantung dari Kanada, Dr
Clyde Yancy mengatakan ada cara
mudah untuk menambah harapan hidup
hingga beberapa puluh tahun. Cara-cara
ini diklaim bisa mengurangi risiko
penyakit mematikan, sehingga orang
bisa hidup lebih lama dan berkualitas.
"Melakukan 7 perubahan kecil dalam
gaya hidup dapat memberikan peluang
90 persen untuk mencapai umur 90
atau 100 tahun," ungkap Dr Yancy yang
akan mempresentasikan teorinya ini
dalam Canadian Cardiovascular Congress
pekan depan.
Ketujuh perubahan kecil yang dimaksud
Dr Yancy adalah sebagai berikut:
1. Berolahraga
Jarang olahraga atau melakukan
aktivitas fisik lainnya dapat mengurangi
harapan hidup hingga 4 tahun. Orang
yang lebih suka bermalas-malasan 2 kali
lebih berisiko terkena berbagai masalah
jantung dan pembuluh darah, termasuk
stroke yang mematikan.
Bukan hanya bagus untuk kesehatan
jantung dan pembuluh darah, olahraga
juga bisa mencegah kegemukan dan
berbagai komplikasi diabetes lainnya.
Bahkan beberapa penelitian
menunjukkan, olahraga secara rutin
juga mengurangi risiko beberapa jenis
kanker.
2. Ukur dan kendalikan kadar kolesterol
Kadar kolesterol yang tinggi bisa
menyebabkan pembentukan plak atau
kerak di dinding pembuluh arteri atau
nadi. Plak yang terbentuk lama-
kelamaan bisa menyumbat aliran darah
sehingga memicu terjadinya serangan
jantung maupun stroke jika terjadi di
sekitar otak.
Apabila punya riwayat gangguan
kolesterol dalam keluarga, lakukan tes
darah untuk mengetahui kadar
kolesterol sesering mungkin. Kadar
optimal kolesterol jahat atau LDL tidak
boleh melebihi 100 mg/dL, kolesterol
baik atau HDL antara 40-60 mg/dL dan
kolesterol total antara 200-239 mg/dL.
3. Jalani diet yang sehat
Pengertian diet bukan sekedar
membatasi asupan makan, tetapi lebih
dimaksudkan untuk mengatur pilihan
menu makan. Makanan sehat yang lebih
dianjurkan agar bisa berumur panjang
adalah sayur dan buah-buahan, karena
kaya akan vitamin dan serat.
4. Ukur dan kendalikan tekanan darah
Tekanan darah tinggi kadang-kadang
tidak menimbulkan gejala sehingga
disebut silent killer karena bisa
meningkatkan risiko stroke sebesar 40
persen dan serangan jantung sebesar 25
persen. Selain itu, tekanan darah tinggi
yang tidak tertangani juga
mempercepat kerusakan otak dan
memicu demensia atau pikun.
Tekanan darah yang normal untuk
orang dewasa adalah sekitar 120/80
mmHg. Kurang dari angka tersebut
digolongkan sebagai tekanan darah
rendah atau hipotensi, sedangkan jika
lebih tinggi disebut hipertensi atau
tekanan darah tinggi.
5. Jaga berat badan ideal
Berat badan ideal pada masing-masing
orang tidak sama, tergantung berapa
tinggi badannya. Berat badan dikatakan
ideal jika menghasilkan Indeks Massa
Tubuh (IMT) 18,5-22,9 Kg/m2 jika
dihiting dengan rumus sebagai berikut:
IMT = Berat badan (kg) : Tinggi badan
dikuadratkan (m2).
Seseorang dikatakan kelebihan berat
badan atau obesitas jikadihiting dengan rumus sebagai berikut:
IMT = Berat badan (kg) : Tinggi badan
dikuadratkan (m2).
Seseorang dikatakan kelebihan berat
badan atau obesitas jika memiliki IMT
23-29 kg/m2 dan dikatakan obesitas
jika memiliki IMT di atas 30 kg/m2.
Berbagai penelitian menunjukkan,
obesitas dapat mengurangi usia harapan
hidup hingga 4 tahun.
6. Hindari diabetes atau kendalikan jika
sudah terlanjur
Diabetes atau kencing manis merupakan
gangguan metabolisme karbohidrat
yang membuat tubuh tidak mampu
mengontrol kadar gula darah. Dalam
jangka panjang, gangguan ini bisa
meningkatkan risiko serangan jantung,
memicu komplikasi pada mata dan pada
laki-laki bisa menyebabkan impotensi.
Kadar gula darah dikatakan normal jika
angkanya 70-99 mg/dL, dengan catatan
diukur setelah puasa atau tidak makan
selama 8 jam. Kadar gula darah yang
diukur 2 jam setelah makan dikatakan
normal jika berkisar antara 70-145 mg/
dL, sedangkan jika mengabaikan jadwal
makan maka rentang normalnya adalah
70-125 mg/dL.
7. Hindari rokok
Kebiasaan merokok diklaim memicu 90
persen kematian pada penderita kanker
paru, 80 persen kematian pada
bronkitis dan emphysema, serta 17
persen kematian akibat serangan
jantung. Orang yang berhenti merokok,
dalam seketika akan mengalami
penurunan risiko serangan jantung dan
stroke.
sumber:Telegraph

0 komentar